smkmudabawean – SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura menggelar kegiatan Deklarasi: Menciptakan Iklim dan Budaya Anti Bullying/Perundungan yang berlangsung di aula SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Acara deklarasi tersebut diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura.
Kegiatan ini juga menghadirkan Bapak Suryadi, perwakilan dari Polsek Sangkapura, sebagai pemateri utama yang memberikan edukasi terkait bahaya bullying dan dampaknya terhadap psikologis maupun masa depan peserta didik.
Dalam pemaparannya, Bapak Suryadi menegaskan bahwa tindakan bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital, merupakan perbuatan yang dapat merugikan korban secara jangka panjang. Ia juga mengingatkan bahwa perundungan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga dapat berimplikasi hukum bagi pelakunya. Oleh karena itu, peran sekolah, keluarga, dan lingkungan sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan.
Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, Hasin Kholuqi, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan deklarasi ini sangat penting untuk membangun karakter siswa yang berakhlak, berempati, dan saling menghargai.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Kami ingin memastikan bahwa SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura menjadi ruang yang aman bagi seluruh siswa, tanpa rasa takut, tanpa tekanan, dan tanpa perundungan,” ujar Hasin Kholuqi, S.Pd.
Ia juga menambahkan bahwa kasus bullying sering kali terjadi karena kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Oleh sebab itu, edukasi sejak dini dan pembiasaan budaya saling menghormati harus terus ditanamkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.


Sebagai tindak lanjut dari deklarasi ini, SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura menetapkan Duta Anti Bullying, yaitu Nouriel Aulia Saqifah, Nuri Amaliyah, dan Qodarul Rizki. Ketiganya diharapkan dapat menjadi pelopor dan teladan bagi siswa lain dalam menolak segala bentuk perundungan serta berani melaporkan jika terjadi tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Pencegahan bullying di SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura dilakukan melalui berbagai upaya, seperti sosialisasi rutin, penguatan peran guru BK, pembinaan karakter berbasis nilai keislaman, serta pembentukan budaya saling menghargai antarwarga sekolah. Dengan adanya deklarasi ini, sekolah berharap tercipta iklim pendidikan yang sehat, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Deklarasi dilakukan dengan penandatanganan komitmen oleh perwakilan siswa, guru, serta pihak kepolisian. Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura berharap mampu menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, berkarakter, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik secara akademik maupun non-akademik. #sdm
Penulis : Muhammad Saddam
Editor : Syakraniahmad
