smkmudabawean – Menyadari pentingnya keselarasan pendidikan di sekolah dan di rumah, SMK Muhammadiyah 4 (SMK MUDA) Sangkapura Bawean menggelar kegiatan Parenting pada Kamis, 16 Juli 2026. Acara yang bertempat di Aula SMK MUDA Bawean ini dihadiri langsung oleh jajaran guru beserta seluruh orang tua/wali murid dengan antusiasme yang tinggi.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa agenda parenting ini sengaja dikemas sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa Baru (FORTASI) di awal tahun ajaran baru. Langkah strategis ini diambil sebagai pondasi awal sekolah dalam membangun dan menjaga komunikasi dua arah yang intensif kepada wali murid sejak hari pertama siswa menempuh ilmu.
Seminar kali ini mengangkat tema yang sangat krusial dengan kondisi zaman, yaitu “Tantangan Orang Tua Di Era Digital”, dengan menghadirkan pakar pendidikan, Ibu Nur Laily, M.Pd. (akrab disapa Bu Lely), yang menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah 1 Bawean, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Bu Lely menyoroti perkembangan teknologi yang melompat sangat cepat. Era sekarang bukan lagi sekadar era internet biasa, melainkan sudah memasuki era Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, di mana teknologi cerdas ini sangat mudah diakses oleh anak-anak hanya lewat genggaman gawai (HP) mereka.
Bu Lely menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari atau sekadar dilarang, melainkan harus diarahkan dengan bijak.
“Tantangan kita hari ini jauh lebih besar. Anak-anak sekarang hidup di era AI yang serba instan di HP mereka. Oleh karena itu, tugas kita sebagai orang tua adalah mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi, bukan menjauhkan mereka. Harapannya, orang tua juga harus mau terus belajar agar bisa mengontrol, memantau, serta mengarahkan anak-anak ketika berada di rumah,” tegas Bu Lely.
Lebih lanjut, Bu Lely mengingatkan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak tidak boleh sepenuhnya didelegasikan atau diserahkan kepada pihak sekolah saja. Perhatian khusus dari orang tua di rumah justru memegang porsi yang paling utama.
“Anak-anak kita membutuhkan perhatian khusus dan lebih di rumah. Kehadiran orang tua secara psikologis sangat penting. Orang tua harus mampu memposisikan diri sebagai pelindung, kompas (penunjuk arah), sekaligus teladan utama bagi anak-anaknya. Dengan begitu, anak akan benar-benar merasakan dan menyadari hadirnya figur orang tua dalam kehidupan mereka,” jelasnya.
Sebagai solusi konkret untuk meredam dampak negatif HP dan AI, Bu Lely mengajak para orang tua untuk kembali menghidupkan tradisi komunikasi dua arah secara langsung di dalam keluarga, seperti meluangkan waktu khusus untuk mengobrol langsung secara tatap muka dengan anak setiap hari.
Melalui integrasi kegiatan parenting dalam FORTASI ini, SMK MUDA Bawean berkomitmen untuk menyamakan persepsi antara visi sekolah dan harapan orang tua. Sekolah vokasi ini tidak hanya fokus pada transfer keahlian teknologi otomotif dan akuntansi di ruang kelas, tetapi juga memastikan terjalinnya kolaborasi yang sehat dengan lingkungan rumah demi mengantarkan siswa meraih cita-citanya.
Acara berlangsung dengan sangat dinamis, ditandai dengan sesi diskusi yang hangat antara wali murid, guru, dan pemateri mengenai kiat-kiat pengawasan gawai anak di Pulau Bawean.
Redaksi: Tim Media & Humas SMK MUDA Bawean
Lokasi: Aula SMK MUDA Bawean, Desa Daun, Sangkapura
Topik: Parenting, Era AI, FORTASI 2026, Komunikasi Wali Murid, SMK MUDA Bawean
